4 Fasilitas yang Diperlukan Difabel di Tempat Wisata

Berbagai tempat umum termasuk objek wisata bisa dikunjungi oleh siapa siapa tanpa memandang ras, bahasa, dan bahkan keadaan fisik. Jadi, mulai dari anak-anak hingga lansia dan bahkan difabel memiliki hak untuk berwisata. Namun, ada sejumlah fasilitas yang diperlukan difabel di tempat wisata, nih.

Fasilitas yang Diperlukan Difabel Saat di Lokasi Wisata

  • Toilet Khusus Difabel

Secara umum, toilet adalah salah satu fasilitas yang harus ada di tempat wisata, sekecil atau sebesar apapun tempat wisata tersebut, apapun jenis objek wisata tersebut, dan di kota manapun tempat wisata tersebut. Meskipun sebenarnya masih ada saja tempat wisata yang tidak dilengkapi dengan toilet.

Toilet khusus difabel sendiri sangat dianjurkan oleh pemerintah Indonesia, dan bahkan hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 60 Tahun 2006. Menurut Permen PU tersebut, kriteria toilet tempat wisata yang ramah difabel adalah sebagai berikut:

  • Ukuran toilet difabel harus lebih lebar dari toilet biasa atau pada umumnya, mulai dari bagian pintu hingga ruang bagian dalam toilet itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung yang menggunakan kursi roda agar dapat keluar dan masuk, serta bergerak dengan lebih leluasa.
  • Toilet tidak boleh menggunakan kloset jongkok, tapi harus kloset duduk dan dengan ketinggian yang mirip dengan tinggi rata-rata kursi roda, yang secara umum tingginya sendiri sekitar 45 – 50 cm dari lantai.
  • Dinding bagian dalam toilet harus dilengkapi dengan handrail (pegangan tangan) pada satu atau kedua sisinya, dan letak handrail ini harus dekat dengan kloset sehingga memudahkan pengguna difabel untuk berpindah dari kloset ke kursi roda atau sebaliknya.
  • Bagian dalam toilet harus didesain dengan tata letak khusus yang memudahkan penyandang difabel untuk menjangkau berbagai hal di dalam toilet, seperti tempat sampah, wadah sabun, tisu, kran air, bak mandi, wastafel, atau lainnya.
  • Area luar toilet harus memiliki jalur khusus kursi roda, lengkap dengan rambatan/pegangan tangan di sisi kanan kirinya untuk memudahkan pengunjung lansia yang tidak menggunakan kursi roda, agar bisa berjalan sambil berpegangan.

  • Terdapat Jalur Kursi Roda

Jalur kursi roda di tempat wisata bisa dibuat miring atau lurus tergantung lokasinya ada dimana, apakah di area pintu masuk, dekat toilet, atau bersebelahan dengan area jalan setapak umum.

Jika dibuat miring, maka kemiringannya tidak boleh lebih dari 7 derajat, lalu harus ada pembatas di sisi kanan kiri di sepanjang jalur, dan panjang jalurnya sendiri tidak boleh lebih dari 9 meter. Jadi, setiap 9 meter, jalur harus dipotong, yang berfungsi untuk jalan lewat pengunjung umum.

  • Parkir Khusus Kendaraan Difabel

Kriteria lain dari tempat wisata ramah penyandang disabilitas adalah memiliki area parkir khusus untuk kendaraan difabel. Sebagian besar difabel memang menggunakan kursi roda. Tapi jangan salah, beberapa dari mereka juga bisa berkendara dengan kendaraan khusus, lho.

Agar pengunjung difabel merasa nyaman saat memarkir kendaraan, tempat wisata harus membuat area parkir khusus yang tidak bercampur dengan kendaraan umum lainnya. Jarak area ini dengan pintu masuk atau loket tiket juga tidak boleh sangat jauh, setidaknya sekitar 60 meter.

Area ini juga wajib diberi tanda khusus atau tulisan agar pengunjung umum tidak menggunakannya, dan harus memiliki ruang bebas yang cukup di sekitarnya untuk memudahkan pengunjung difabel dalam memarkir kendaraan serta berjalan.

  • Loket Khusus untuk Membeli Tiket

Sebuah tempat wisata memiliki dua opsi nih untuk loket tiket, apakah bercampur dengan pengunjung umum namun dengan desain loket ramah difabel, atau membuat loket khusus difabel agar pengunjung umum dan pengunjung difabel sama-sama merasa nyaman.

Desain loket yang ramah difabel misalnya meja loket tidak tinggi namun harus setara orang yang duduk di kursi roda, dan barrier antrian harus dibuat lebih lebar agar pengguna kursi roda dapat bergerak dengan lebih nyaman.

Memberikan fasilitas yang diperlukan difabel seperti empat daftar akan menunjukkan bahwa sebuah tempat wisata memiliki kepedulian terhadap kenyamanan seluruh pengunjung. Tak terkecuali para penyandang disabilitas, dan secara tidak langsung juga meningkatkan popularitas serta image positif.