Pembersihan Logam Berat dalam Air Limbah Industri Dengan Menggunakan Moringa oleifera

 

 

Logam berat sering mengkontaminasi lingkungan di sekitar terutama pada lingkungan perairan dan juga tanah. Logam berat yang mengkontaminasi lingkungan perairan dan tanah kemudian dapat berpotensi mengkontaminasi tumbuhan maupun hewan yang ada di sekitarnya.

Melalui rantai makanan, logam berat dapat sampai pada manusia yang mengkonsumsi bahan pangan yang berasal baik dari tumbuhan dan juga hewan dan akan mengalami risiko gangguan kesehatan. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, saat ini telah ditemukan sebuah cara pembersihan kontaminasi logam berat dalam air limbah industri dengan menggunakan Moringa oleifera.

Moringa oleifera

Moringa oleifera merupakan tanaman yang berasal dari family atau keluarga belukar. Tanaman ini biasa ditemukan di wilayah Malaysia dan negara tropis lainnya dimana tanaman Moringa oleifera ini sendiri sebenarnya berasal dari India.

Tanaman ini mudah ditumbuhkan pada tanah atau pasir selain itu tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada temperatur yang tinggi dan membutuhkan sedikit air sehingga cocok tumbuh pada lingkungan beriklim tropis.

Moringa oleifera merupakan pohon yang memiliki multifungsi dan hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Benih Moringa oleifera ditemukan pada koagulan natural, flokulan, softener, disinfektan, kondisioner lumpur di dalam pengolahan air dan pembersihan logam berat di dalam limbah air.

Benih, daun, sekam, dan juga bubur Moringa oleifera dapat membersihkan logam berat dari dalam air seperti Cu, Cd, Pb, Fe, dan Cr.

Selain itu, biomassa mikrobial pada tanaman Moringa oleifera merupakan salah satu material natural yang paling efektif sebagai biosorben, abu terbang dari tebu, dan gambut merupakan material limbah pertanian yang dapat berperan sebagai biosorbent logam berat yang efektif.

Sekam padi dan juga jerami, tongkol jagung, kedelai, walnut dan kulit biji kapas, serbuk gergaji, dan kupasan pisang merupakan salah satu contoh alternatif biosorben yang baik untuk digunakan dalam pembersihan kontaminasi logam berat di dalam air limbah industri.

Material

Material-material dari Moringa oleifera yang digunakan untuk pembersihan kontaminasi logam berat di dalam air biasanya terdiri dari bagian utama seperti benih dan daunnya.

Benih

Benih Moringa oleifera aman bagi kesehatan manusia dan telah dibuktikan tidak memiliki efek samping yang signifikan ketika digunakan untuk pengolahan air limbah.

Benih tanaman ini menunjukkan aktivitas koagulasi natural yang mirip dan bahkan lebih baik daripada aluminium sulfat.

Minyak benih diekstraksi dengan metode yang berbeda baik dengan menggunakan pelarut atau dengan tekanan mekanis. Kedua ekstraksi digunakan di dalam pembersihan kontaminasi logam berat.

Daun

Daun Moringa oleifera dikumpulkan dan kemudian dikeringkan dan digiling kemudian diayak dengan menggunakan ayakan berukuran 2,1 mm, 500, 250, dan < 250 mikrometer.

Ekstrak daun Moringa oleifera digunakan di dalam larutan sebagai sorbent yang baik untuk Pb (II). Ekstrak daun biasanya juga digunakan untuk optimisasi Cd(II), Cu(II), dan Ni(II) dan pembersihan Cd(II) dari limbah air.

Preparasi air sintetis

Sebelum pembersihan kontaminasi logam berat dalam air limbah dilakukan, perlu dilakukan preparasi air sintetis terlebih dahulu.

Air sintetis dibuat dengan membuat larutan sodium bikarbonat yang dibuat dengan cara melarutkan 100 gram sodium bikarbonat di dalam 1000 ml air mendidih untuk mencapai konsentrasi 100 mg/L.

Sebanyak 500 ml larutan sodium bikarbonat kemudian ditambahkan ke dalam larutan kaolin dan dicampur pada kecepatan 200 rpm selama 1 jam untuk menghasilkan dispersi partikel kaolin yang seragam yang kemudian didiamkan selama 24 jam untuk menghasilkan hidrasi kaolin yang sempurna.

Spektrometer atom

Pengukuran terhadap residu logam berat di dalam air yang telah dilakukan proses pembersihan kontaminasi logam berat dilakukan dengan menggunakan alat spektrometer absorbsi atom.

Larutan stok disiapkan dari setiap standar pada konsentrasi yang berbeda yang digunakan untuk mengkalibrasi kurva untuk setiap logam.

Panjang gelombang pada 324,80 nm digunakan untuk mengukur konsentrasi Cu(II) dan panjang gelombang pada 228,8 nm untuk Cd(II), pengukuran menggunakan sebuah api udara asetilena.