Aturan Konsumsi dan Dosis untuk Obat Fluimucil

Salah satu obat untuk mengobati penyakit yang terjadi si saluran pernapasan adalah Fluimucil, permasalahan tersebut diantaranya emfisema paru, bronchiectasis, mucoviscidosis, hingga bronkitis akut. Gejala dari penyakit tersebut biasanya ada dahak yang berlebihan di tenggorokan. Di dalam obat Fluimucil ini ada kandungan  acetylcysteine.

Kandungan tersebut bisa membantu mengencerkan dahak yang ada di saluran pernapasan. Obat yang satu ini biasanya digunakan jadi terapi untuk beberapa orang yang memiliki kondisi paru-paru misalnya bronkitis, cystic fibrosis, tuberculosis, pneumonia, hingga emfisema.

Cara kerja dari kandungan tersebut adalah dengan memecah asam mukopolisakarida dan menjadikan dahak lebih encer dan bisa juga mengurangi adhesi lendir di bagian dinding tenggorokan, dengan begitu dahak juga akan jadi lebih mudah keluar saat Anda batuk. Obat yang satu ini juga bisa dimanfaatkan guna mengobati keracunan yang di sebabkan oleh paracetamol.

Aturan konsumsi Fluimucil

Jenis obat yang satu ini tersedia dalam bentuk orak, sendiah intravena, hingga nebulasi. Bagi Anda yang mengkonsumsi Fluimucil, sebaiknya konsumsi setelah Anda makan, minum dengan air putih. Jika obatnya berbentuk tablet Anda bisa melarutkan dengan air putih sebanyal 240 ml.

Obat yang satu ini memiliki kandungan N-acetylcysteine dan mempunyai peran jadi agen mukolitik maka harus dibantu lagi dengan asupan cairan yang cukup. jadi jangan lupa pastikan asupan cairan Anda tetap cukup setelah mengkonsumsi obat ini. untuk jangka waktu konsumsi obat yang satu ini semuanya tergantung dengan parahnya penyakit yang Anda derita, semua ketentuannta ada di tangan dokter.

Obat ini dapat Anda gunakan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang selama 5 hingga 10 hari. Dalam pengobatan penyakit mukovisidosis dan juga bronkhitis kronik obat ini akan di konsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama. Hal tersebut bertujuan supaya mencegah terjadinya lagi infeksi.

Pilihan dosis untuk Fluimucil

  • Fluimucil dalam bentuk kapsul 200 mg, memiliki kandungan N-acetylcysteine 200 mg/kapsul.
  • Tablet dalam bentuk effervescent tablet 600 mg, memiliki kandungan N-acetylcysteine 600 mg/tablet.
  • Fluimucil dalam bentuk sirup kering 100 mg, memiliki kandungan N-acetylcysteine 100 mg/5 ml.
  • Dalam bentuk Sachet granules 200 mg, memiliki kandungan N-acetylcysteine 200 mg/sachet.
  • Dalam bentuk pediatric powder 100 mg, memiliki kandungan N-acetylcysteine 100 mg/sachet.
  • Dalam bentuk Ampul 300 mg/3 ml, memiliki kandungan N-acetylcysteine 100 mg/ml.

Efek samping Fluimucil

Ini dia beberapa efek samping yang mungkin terjadi:

  • Efek samping yang paling umum terjadi yaitu mual sampai muntah, lambung terasa panas, hingga diare.
  • Di beberapa kasus ada juga yan mengalam pusing, sariawan, dan telinganya berdengung.
  • Adanya reaksi alergi yang umum misalnya sulit bernapas, gatal-gatal, denyut jantung jadi lebih cepat, bentol sampai kemerahan, dan turunnya tekanan pada darah.
  • Terjadi sebuah reaksi hiper-reaktif pada sistem bronchial, lalu terjadi bronkospasme dan menyebabkan gejala sesak nafas.
  • Untuk Hipersensitivitas yang individual, biasanya terjadi pendarahan jika sudah diberikan N-acetylcysteine. Ciri-ciri awalnya akan terjadi reaksi hipersensitivitas, jika reaksi tersebut sudah muncul maka penggunaan dari Fluimucil ini harus dihentikan. Jika hal tersebut terjadi segera hubungi dokter.

Saat mengkonsumsi obat ini belum tentu semua orang merasakan efek sampinya. Selain efek samping yang telah disebutkan di atas mungkin saja ada efek samping lainnya yang bisa Anda alami. Jik Anda merasa takut untuk mengalami efek samping tertentu sebaiknya Anda lakukan konsultasi dengan dokter lebih lanjut.